Thursday, January 3, 2019

Ada Masalah, Ada Solusi


Didalam menjalani hidup jika tidak ada ujian, tidak akan ada pengalaman. Jika tidak ada masalah maka hidup akan serasa flat atau datar-datar saja. Benar nggak sih?
Jika jawabannya benar, Mengetahui hal itu, kita pasti bisa memahami bahwa hidup didunia ini tidak ada kesenangan. Karena tanpa kita sadari kesakitan, kekecewaan, kesenangan, keceriaan bersama orang-orang yang kita sayangi, cintai dan pada oranglain pun itu hanya fana belaka. Mengapa demikian, karena dunia hanyalah tempat persinggahan. Pernah nggak berfikir kita itu orang yang hidupnya itu bahagia-bahagia saja, menurut dia nggak ada yang perlu dikawatirin. Selama ia senang maka itu sudah cukup untuknya. Pemikiran yang logis tapi tentu saja sangat salah jika beranggapan seperti itu.
Nah...terkadang ada beberapa orang atau mungkin mayoritas kebanyakan orang, saat mengalami suatu masalah larinya ke hal-hal yang tidak baik. Perasaan galau, sedih, marah, semua terasa campur aduk. Berfikir bahwa hidupnya tak berguna lagi dan perilaku lainnya. Tidak jarang bahkan ada seorang muslim yang saling menyalahkan akan masalah yang ia hadapi, tidak ketinggalan Tuhan pun jadi sasaran ketidakadilan bagi mereka.
“Allah tidak adil mengapa saya harus hidup susah begini”,

 “Allah itu nggak adil aku kerja keras untuk belajar saat ujian tiba, tapi saat nilai keluar yang kudapat malah rendah dibanding teman-teman yang hasilnya dari contekan”,

“katanya sholat dhuha mendatangkan rezeki, tapi kok yang ada kami makin menderita”

“kenapa semakin dekat sama Allah, hidupku makin susah. Padahal saat melakukan maksiat hidupku enjoy-enjoy saja kebanyakan senangnya malah”

Dari ungakapan perasaan di atas, ada nggak sih kamu pernah ngerasain? Pasti pernah bangetkan. Nyalahin teman, nyalahin orangtua, nyalahin takdir, bahkan nyalahin Allah atas masalah yang dihadapi. Tak jarang dampaknya ia pun jadi badmood, yang tidak bersalahpun di jadikan korban dari rasa badmood itu. Ini jelas suatu sikap yang tidak baik.

Humm...baiklah, jadi kuncinya jangan merasa bahwa seakan-akan hidup yang kita jalani itu dipersulit sama Allah, tidak berhak kiranya rasa berburuk sangka itu muncul pada diri seseorang, apalagi berburuk sangka pada Allah atas ketidadilan yang kamu hadapi. Coba lihat kebelakang bukankah setiap akibat pasti memiliki sebab. Selain itu, jangan terlalu berfikirang sempit Allah menguji hambanya sesuai kadar kemampuannya. Ujian itu tanda Cinta. Nggak ada ujian berarti cinta itu masih jauh. Ada dua nikmat ujian dari setiap masalah. Pertama, saat kamu diuji itu artinya allah sayang padamu, Dia ingin dengan ujian itu engkau semakin dekat dengan-Nya. Kedua, penghapusan atas dosa-dosamu terdahulu.

Olehnya itu, hadapi apapun masalah yang menimpamu jangan cepat merasa putus asa dengan kehidupan yang kamu jalani. Harus ikhlas, sabar dan istiqomah itulah kunci kesuksesan.